(#1) "Dia beneran bakal kembali, Mbak?"
Seketika Asha teringat momen masa lalu dimana momen itu sangat mengubah dan berdampak ke kehidupannya sekarang. Momen itu adalah momen ketika ia memutuskan hubungan dengan pacarnya dan mulai berhijrah ke kehidupan yang lebih baik. Dalam penentuan keputusannya enam tahun lalu, Asha tidak sendirian. Ia ditemani oleh Mbak Nissa, mentornya.
7 November 2016
"Mbak, apa nanti dia benar-benar bisa kembali Mbak? Aku takut nanti dia gamau lagi sama aku. Katanya kan laki-laki itu ga suka nunggu Mbak."
"Bismillah Sha, kan Mbak udah bilang dari kemarin-kemarin. Jika memang dia serius denganmu, nanti dia akan kembali. Jika tidak, mungkin Allah mempersiapkan orang yang lebih baik untukmu daripada dia."
"Tapi Mbak..."
"Istighfar, Sha... Kasihan lho ayahmu, anak perempuan itu salah satu amanah terberat ayah. Kamu gamau kan ayahmu nanti ditanya-tanya terus sama Allah,, ini lho si Asha kenapa pacaran? Kamu ga jagain ya?"
"Astaghfirullah... Gamau Mbak. Aku sayang sama ayahku. Bismillaah."
Memang berat rasanya jika melepas orang yang disayang, tetapi lebih berat lagi jika hidayah Allah yang sudah datang lalu kita tak acuh dengan hidayah tersebut. Kalo kata Teh Karin
"Menunggu hidayah untuk berubah, ibarat menunggu air selagi hujan untuk ditadah"
Ya lama banget kan.
Satu, dua minggu memang terasa berat bagi Asha saat itu. Namun, Mbak Nissa terus terus saja seolah mengganggu Asha agar tidak hanya memikirkan perihal mantannya.
"Sha. Mau ikut Mbak gak ke kajian di FT?"
"Kajian tentang apa Mbak?"
"Aa dateng aja dek, kamu lagi gabut kan? Disana ada konsumsi kok."
"Heheh si Mbak tau aja aku lagi doyan ngemil haha"
Asha mencatat bait demi bait kajian tersebut. Hingga disimpannya dalam notulensi buku favoritnya.
https://drive.google.com/drive/folders/1dGr2hIb6XMSP0bpKoy0_aqIYdAmg2kA0
"Hijrah adalah keniscayaan ladang pahala. Namun Allah beri tantangan dan ujian, agar kita mendapat ladang mengais pahala. Keikhlasanlah yang menjadi asbab istiqamah." - @karinahakman
"MasyaAllah, Mbak. Makasih banyak lho aku udah diajak ke kajian ini. Memang bener hijrah itu gampang, tapi mempertahankannya sulit. Aku jadi pengen tinggal sama Mbak, biar aku kejaga terus. Aku pengen deh punya lingkungan yang baik, Mbak. Yang ngingetin aku deh, setidaknya sama-sama berjuang sama aku biar gak ngulang kisah jahiliyah dulu."
"Asha.. Asha.. Kamu ini bisa aja. Mbak kan tinggal nya jauh, lagian kan kamu tinggal sama Ayah Umma, kamu sering-sering aja curhat sama Umma kamu, pasti beliau mau dengerin. Kalo kamu pengen lingkungan yang baik.. Nanti deh Mbak carikan, tenang aja."
"Iya deh Mbak."
7 November 2016
"Mbak, apa nanti dia benar-benar bisa kembali Mbak? Aku takut nanti dia gamau lagi sama aku. Katanya kan laki-laki itu ga suka nunggu Mbak."
"Bismillah Sha, kan Mbak udah bilang dari kemarin-kemarin. Jika memang dia serius denganmu, nanti dia akan kembali. Jika tidak, mungkin Allah mempersiapkan orang yang lebih baik untukmu daripada dia."
"Tapi Mbak..."
"Istighfar, Sha... Kasihan lho ayahmu, anak perempuan itu salah satu amanah terberat ayah. Kamu gamau kan ayahmu nanti ditanya-tanya terus sama Allah,, ini lho si Asha kenapa pacaran? Kamu ga jagain ya?"
"Astaghfirullah... Gamau Mbak. Aku sayang sama ayahku. Bismillaah."
Memang berat rasanya jika melepas orang yang disayang, tetapi lebih berat lagi jika hidayah Allah yang sudah datang lalu kita tak acuh dengan hidayah tersebut. Kalo kata Teh Karin
"Menunggu hidayah untuk berubah, ibarat menunggu air selagi hujan untuk ditadah"
Ya lama banget kan.
Satu, dua minggu memang terasa berat bagi Asha saat itu. Namun, Mbak Nissa terus terus saja seolah mengganggu Asha agar tidak hanya memikirkan perihal mantannya.
"Sha. Mau ikut Mbak gak ke kajian di FT?"
"Kajian tentang apa Mbak?"
"Aa dateng aja dek, kamu lagi gabut kan? Disana ada konsumsi kok."
"Heheh si Mbak tau aja aku lagi doyan ngemil haha"
Asha mencatat bait demi bait kajian tersebut. Hingga disimpannya dalam notulensi buku favoritnya.
https://drive.google.com/drive/folders/1dGr2hIb6XMSP0bpKoy0_aqIYdAmg2kA0
"Hijrah adalah keniscayaan ladang pahala. Namun Allah beri tantangan dan ujian, agar kita mendapat ladang mengais pahala. Keikhlasanlah yang menjadi asbab istiqamah." - @karinahakman
"MasyaAllah, Mbak. Makasih banyak lho aku udah diajak ke kajian ini. Memang bener hijrah itu gampang, tapi mempertahankannya sulit. Aku jadi pengen tinggal sama Mbak, biar aku kejaga terus. Aku pengen deh punya lingkungan yang baik, Mbak. Yang ngingetin aku deh, setidaknya sama-sama berjuang sama aku biar gak ngulang kisah jahiliyah dulu."
"Asha.. Asha.. Kamu ini bisa aja. Mbak kan tinggal nya jauh, lagian kan kamu tinggal sama Ayah Umma, kamu sering-sering aja curhat sama Umma kamu, pasti beliau mau dengerin. Kalo kamu pengen lingkungan yang baik.. Nanti deh Mbak carikan, tenang aja."
"Iya deh Mbak."
Comments
Post a Comment